Pemerintah Tunda Penerapan Wajib Fermentasi Kakao

Di dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 67 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu dan Pemasaran Biji Kakao, Kemtan mewajibkan biji kakao melewati proses fermentasi sebelum sampai ke industri olahan atau eksportir. Diundangkan 21 Mei 2014, aturan ini mulai berlaku 24 bulan terhitung sejak tanggal diundangkan. Artinya, peraturan seharusnya berlaku pada 21 Mei 2016 mendatang.

Namun, setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, Kemtan akan menunda pemberlakuan wajib fermentasi kakao. Alasannya, pelaksanaan peraturan di lapangan belum siap dari segi komponen dan kelembagaan. Kelihatannya semua baru siap sekitar dua tahun lagi

Asosiasi Kakao Indonesia mengakui bahwa Askindo adalah pihak yang mendesak Kemtan untuk menunda implementasi beleid ini. Alasannya, dinilai pemerintah maupun petani sama-sama belum siap melaksanakan wajib fermentasi kakao.

Selain itu, peraturan ini juga dinilai tidak adil karena tidak ada ketentuan bagi industri olahan kakao untuk menyerap kakao fermentasi petani, serta tidak ada harga patokan kakao fermentasi dari pemerintah sehingga berpotensi merugikan petani. Senada dengan Askindo, industri olahan kakao pun mendukung penundaan wajib kakao fermentasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *