Dua Perusahaan Terjun Ke Pasar Surat Utang Dengan Total Nilai Rp 2,1 triliun

Pekan ini dua perusahaan memilih terjun ke pasar surat utang dengan total nilai sebanyak Rp 2,1 triliun. Hal ini disebabkan semakin cerahnya pasar surat utang dalam negeri yang menarik minat beberapa korporasi.

Perusahaan pertama adalah PT Bank OCBC NISP Tbk yang berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 2 triliun. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, surat utang yang bertajuk Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2016 tersebut, bakal ditawarkan dalam tiga seri.
OCBC NISP sudah menunjuk penjamin pelaksana emisi dalam obligasi ini, yakni PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT RHB Securities Indonesia serta PT BCA Sekuritas. Penerbitan ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP dengan target dana Rp 8 triliun.

Perusahaan kedua yang melirik pendanaan dari pasar surat utang adalah PT LEN Industri (Persero). Perusahaan pelat merah ini sedang menawarkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) senilai Rp 100 miliar.

KSEI mencatat, efek yang bertajuk MTN II PT LEN Industri Tahun 2015 Tahap IV tersebut menawarkan kupon tetap sebesar 10,85% per tahun. Perseroan yang menjadi perusahaan BUMN tahun 1991 ini akan membayar kupon setiap tiga bulan dengan pembayaran pertama jatuh pada tanggal 10 Agustus 2016. Instrumen tersebut mulai didistribusikan secara elektronik pada 10 Mei 2016. Surat utang yang bertenor 18 bulan tersebut bakal kadaluarsa pada 10 November 2017.

Arranger penerbitan MTN II PT LEN Industri Tahun 2015 Tahap IV adalah PT Asta Kapital Asia. Sementara PT Bank Bukopin Tbk menjadi agen pemantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *