Sepanjang 2016 Produksi Kopi Indonesia Diperkirakan Turun 10%

Produksi kopi dalam negeri diperkirakan menurun 10% sepanjang 2016. Sebagai penghasil kopi robusta terbesar ketiga di dunia, Indonesia hanya mampu menghasilkan panen 570.000 metrik ton biji pada musim yang dimulai 1 April. Sementara pada tahun sebelumnya telah mampu menyentuh rekor 636.300 ton.

 

Kurang suplai dari Indonesia akan mempengaruhi suplai kopi robusta ke perusahaan-perusahaan besar seperti Nestle. Mengingat cuaca kering lebih banyak menyerang wilayah Sumatera sepanjang tahun lalu.

 

Biang kekeringan di sejumlah daerah penghasil kopi di wilayah Sumatera selatan tidak lain adalah El Nino yang menyebabkan gagal panen, tanaman yang telah berbunga gagal dan pohon-pohon menjadi layu bahkan kering.

 

Padahal seperti yang diketahui, Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan merupakan penghasil kopi robusta tama di Indonesia dengan produksi sekitar 75%. Sedangkan kopi Arabika tumbuh di sebagian besar Jawa dan Sumatera Utara dengan 16% produksi dari total panen 2014-15.

 

Sementara harga kopi robusta di ICE Futures Europe bergerak naik 0,9% menjadi US$ 1.650 per ton.

One thought on “Sepanjang 2016 Produksi Kopi Indonesia Diperkirakan Turun 10%

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *