Kenaikan Harga TBS Sawit Masih Belum Merata

Kementerian Perdagangan (Kemdag) diketahui telah menetapkan harga referensi untuk produk CPO (crude palm oil) atau minyak sawit mentah senilai US$ 754,1 per metrik ton pada Mei 2016. Penetapan tersebut naik sekitar US$ 71,78 dari periode April 2016 yang hanya US$ 682,32 per metrik ton. Kenaikan harga referensi tersebut juga diputuskan karena harga CPO pasar global meningkat.

 

Harga CPO yang meningkat semestinya diikuti dengan naiknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Dengan harga CPO tinggi, maka harga TBS pada taraf petani seharusnya mencapai Rp 1.700 – Rp 1.800 per kg.

 

Namun, faktanya masih banyak ditemukan TBS pada kisaran Rp 1.400 – Rp 1.500 per kilogram di Bengkulu. Sedangkan di Langkat, Sumatera Utara hanya berkisar pada Rp 1.330 per kg. Meskipun beberapa sentra perkebunan sawit di Sumatera Utara telah menikmati kenaikan harga TBS pada kisaran Rp 1.700 – Rp 1.800 per kg dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berada pada Rp 900 – Rp 1.000 per kg. Sedangkan untuk Aceh, harga TBS masih berada pada Rp 1.400 per kg.

 

Tidak meratanya kenaikan harga TBS di sejumlah tempat dinilai terjadi akibat faktor angkutan, produksi yang rendah dari perkebunan kelapa sawit setempat dan masalah infrastruktur. Selain itu, sikap selektif pabrik CPO dalam membeli TBS milik petani diduga menjadi faktor yang menyebabkan rendahnya harga TBS. Khususnya anggota perusahaan Indonesian Palm Oil Pledge (IOP).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *