Kemdag Berikan Dukungan Untuk Ekspor Kelapa Bernilai Lebih

Kelapa menjadi salah satu komoditas strategis, terutama bagi ekspor ke pasar negara kaya atau negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika. Namun, di sisi lain, ekspor kelapa menghadapi tantangan dengan produksi stagnan hingga menurun. Sehingga Kementerian Perdagangan (Kemdag) mendorong ekspor produk olahan kelapa bernilai tambah dibandingkan ekspor kelapa mentah. Karena ekspor bernilai lebih mampu memberikan keuntungan lebih kepada petani.

 

Terkait hal tersebut, Kemdag telah membentuk tim untuk menganalisa produksi dan perdagangan kelapa. Tim tersebut nantinya akan membuat master plan pengembangan agrobisnis, khususnya kelapa. Termasuk mengkaji wacana larangan ekspor kelapa mentah berdasarkan permintaan industri yang kekurangan bahan baku. Kemdag saat ini belum dapat membuat keputusan, karena belum mengetahui bear seberapa serius masalah kekurangan bahan baku tersebut. Hingga saat ini asosiasi dan pemerintah masih berkutat pada data yang simpang siur.

 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kelapa mentah melompat dari 300 juta butir pada 2013 menjadi 500 juta butir di tahun 2015. Namun, berdasarkan data Bea dan Cukai, ekspor kelapa mentah di tahun 2015 menyentuh level 1,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *