20.000 hektare Sawah NTT Gagal Panen

Pada musim tanam 2015/2016, sebanyak 20.000 hektare (ha) dari total 232.000 ha lahan sawah di Provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami gagal tanam. Jumlah tersebut termasuk sebagai gagal tanam terbesar yang dialami oleh NTT.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, presentasi gagal tanam secara keseluruhan, hingga April 2016 mencapai 11,71% atau 59.700 ha dibandingkan luas lahan tanam seluas 509.720 ha.

Gagal tanam yang terjadi di NTT pada musim tanam 2015/2016 merupakan dampak dari El Nino moderat di tahun ini.

Adapun penanaman secara keseluruhan di NTT saat ini terbesar terletak pada komoditas padi dengan total luas tanam 247.000 ha, disusul tanaman jagung seluas 232.000 ha, ubi kayu seluas 26.000 ha serta ubi jalar seluas 5.000 ha.

Pemerintah saat ini tetap berupaya mendorong petani, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki cadangan air untuk tetap menanam tanaman dengan umur pendek. setidaknya, hasil panen dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tambahan stok rumah tangga.

One thought on “20.000 hektare Sawah NTT Gagal Panen

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *