Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 60/M— IND/PER/7/2014

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

PERATURAN
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 60/M— IND/PER/7/2014
TENTANG
PERTIMBANGAN TEKNIS IMPOR BAJA PADUAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pemenuhan kebutuhan bahan
baku baja paduan dan memastikan kebenaran
penggunaan baja paduan sebagai bahan baku oleh
produsen produk baja perlu mengatur pemberian
Pertimbangan Teknis Impor Baja Paduan;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan
Menteri Perindustrian tentang Pertimbangan Teknis
Impor Baja Paduan;
Undang—Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang
Pengesahan Agreement Establishing The World Trade
Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi
Perdagangan Dunia) (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1994 Nomor 57, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3564);

Mengingat :

Undang—Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang
Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5492);
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun
2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian
Negara sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir
dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
91 Tahun 2011;
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun
2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi
Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas
dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Presiden Republik Indonesia Nomor 92 Tahun 2011;

Peraturan Menteri Perindustrian RI

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P
Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia
Bersatu II Periode Tahun 2009 — 2014 sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan dengan
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/P
Tahun 2014;
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 105/ M—
IND/PER/ 10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Perindustrian;
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 18/ M—
IND/ PER / 2/2012 tentang Pemberlakuan Standar
Nasional Indonesia (SNI) Baja Paduan Secara Wajib;
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 28/M—
DAG/PER/6/2014 tentang Ketentuan Impor Baja
Paduan;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG
KETENTUAN TEKNIS BAJA PADUAN.

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Baja Paduan adalah produk dari peleburan baja yang
mengandung satu unsur atau lebih bahan paduan.
Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam
Daerah Pabean.
Importir Produsen Baja Paduan, yang selanjutnya
disebut IP-Baja Paduan adalah perusahaan yang telah
memiliki izin usaha industri atau izin usaha lainnya
yang mengimpor baja paduan untuk keperluan proses
produksinya atau untuk digunakan sendiri sebagai
pendukung keperluan proses produksinya atau kegiatan
usahanya.
Importir Terdaftar Baja Paduan, yang selanjutnya
disebut IT—Baja Paduan adalah perusahaan yang telah
memiliki izin usaha yang mengimpor produk baja
paduan untuk disalurkan kepada perusahaan produsen
atau pengguna akhir.
Pertimbangan Teknis Impor Baja Paduan adalah Surat
yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pembina Industri
berdasarkan hasil pemeriksaan dan penelitian atas
pemenuhan persyaratan teknis oleh perusahaan
pemohon.

Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang perindustrian.

Direktur Jenderal Pembina Industri adalah Direktur
Jenderal Basis Industri Manufaktur.

Direktur Pembina Industri adalah Direktur Industri
Material Dasar Logam.

Pasal 2

Baja Paduan sebagaimana dimaksud pada Lampiran
Peraturan Menteri ini hanya dapat diimpor melalui
Pertimbangan Teknis Impor Baja Paduan yang
diterbitkan Direktur Jenderal Pembina Industri.
Baja Paduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
hanya dapat diimpor oleh Importir Produsen Baja
Paduan (IP—Baja Paduan) dan Importir Terbatas Baja
Paduan (IT—Baja Paduan).

Pasal 3

Pertimbangan Teknis Impor Baja Paduan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) diterbitkan oleh
Direktur Jenderal Pembina Industri berdasarkan
permohonan perusahaan.
Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
mengajukan permohonan Pertimbangan Teknis Impor
Baja Paduan untuk mendapat :
a. Pengakuan sebagai IP—Baja Paduan; atau
b. Persetujuan Impor Baja Paduan untuk IT—Baja
Paduan;
Dalam menerbitkan Pertimbangan Teknis Impor Baja
Paduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Direktur
Jenderal Pembina Industri dapat melimpahkan
kewenangannya kepada Direktur Pembina Industri.

Pasal 4
Masa berlaku Pertimbangan Teknis Impor Baja Paduan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 sebagai berikut:
a. IP—Baja Paduan berlaku 1 (satu) tahun sejak diterbitkan;
b. Persetujuan Impor IT—Baja Paduan berlaku 6 (enam)
bulan sej ak diterbitkan.

Pasal 5

Pertimbangan Teknis untuk mendapatkan pengakuan
sebagai IP—Baja Paduan atau Persetujuan Impor untuk
IT—Baja Paduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat
(1) paling sedikit memuat informasi:
a. nama dan alamat perusahaan penerima Pertimbangan
Teknis;
nama penanggung jawab perusahaan (setingkat Direksi);
C. jenis dan nomor pos tarif/ HS Baja Paduan yang akan
diimpor;
jumlah Baja Paduan yang akan diimpor; dan
e. masa berlaku Pertimbangan Teknis;

Pasal 6
Perusahaan penerima Pertimbangan Teknis Impor Baja
Paduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 wajib
menyampaikan laporan realisasi impor setiap 3 (tiga) bulan
kepada Direktur Jenderal sejak Pertimbangan Teknis
dimaksud diterbitkan.

Pasal 7
Perusahaan penerima Pertimbangan Teknis Impor Baja
Paduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 yang tidak
melaksanakan laporan realisasi impor sebagaimana
ketentuan Pasal 6 dikenakan sanksi administrasi berupa:
a. rekomendasi pencabutan IP—Baja Paduan atau IT—Baja
Paduan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar
Negeri Kementerian menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang perdagangan; dan
b. penolakan pemberikan Pertimbangan Teknis Impor Baja
Paduan pada permohonan berikutnya.

Pasal 8
Ketentuan lebih lanjut terkait persyaratan dan tata cara
penerbitan Pertimbangan Teknis Impor Baja Paduan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) diatur lebih
lanjut dalam Peraturan Direktur Jenderal Pembina Industri.

Pasal 9
Peraturan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan
pengundangan Peraturan Menteri ini dengan
penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 2 Juli 2014
MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.
MOHAMAD S. HIDAYAT

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 4 Juli 2014
MEN’I’ERI I-IUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 916

Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat Jenderal
Kementerian Perindustrian

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI
NOMOR : 60/M-IND/PER/7/2014
TANGGAL :2 Juli 2014

No. URAIAN BARANG POS TARIF

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau 1ebih. Dari baja silikon-
listrik; grain-oriented.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Dari baja silikon—
listrik; selain grain—oriented.

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon—listrik, tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, dalam gulungan; Dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon—listrik, tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, dalam gulungan; Selain dari baja high
speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon—listrik, tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, tidak dalam gulungan; Dari baja high
speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau 1ebih. Selain dari baja
silikon—listrik, tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, tidak dalam gulungan; Selain dari baja
high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon—listrik, tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai dingin (cold-reduced); Dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon—listrik, tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai dingin (cold—reduced); Selain dari baja high
speed.

7225.11.00.00

7225.19.00.00

7225.30.10.00

7225.30.90.00

7225.40.10.00

7225.40.90.00

7225.50.10.00

7225.50.90.00

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor: 60/M- IND/PER/7/2014

N0. URAIAN BARANG POS TARIF

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon—listrik; Disepuh atau dilapisi secara elektrolisa
dengan seng; Dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari baja
silikon-listrik; Disepuh atau dilapisi secara elektrolisa
dengan seng; Selain dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari silikon—
listrik; Disepuh atau dilapisi secara Iain dengan seng;
Dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari silikon-
listrik; Disepuh atau dilapisi secara lain dengan seng;
Selain dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari silikon—
listrik; Selain disepuh atau dilapisi secara elektrolisa
atau secara lain dengan seng; Dari baja high speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar 600 mm atau lebih. Selain dari silikon—
listrik; Selain disepuh atau dilapisi secara elektrolisa
atau secara lain dengan seng; Selain dari baja high
speed.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Dari baja silikon—
elektris; Grain—oriented; Simpai dan strip, dengan lebar
tidak melebihi 400 mm.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Dari baja silikon—
elektris; Grain—oriented; Selain simpai dan strip,
dengan lebar tidak melebihi 400 mm.
Produk canai Iantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Dari baja silikon—
elektris; Selain grain—oriented; Simpai dan strip,
dengan lebar tidak melebihi 400 mm.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Dari baja silikon-
elektris; Selain grain—oriented; Selain simpai dan strip,
dengan lebar tidak melebihi 400 mm.

7225.91.10.00

7225.91.90.00

7225.92.10.00

7225.92.90.00

7225.99.10.00

7225.99.90.00

7226.11.10.00

7226.11.90.00

7226.19.10.00

7226.19.90.00

2

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 60/M- IND/PER/7/2014

No. URAIAN BARANG POS TARIF

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Dari baja high
speed; Simpai dan strip, dengan lebar tidak melebihi
400 mm.

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Dari baja high
speed; Selain simpai dan strip, dengan lebar tidak
melebihi 400 mm.

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon—elektris dan baja high speed; Tidak dikerjakan
lebih lanjut selain dicanai panas; Simpai dan strip,
dengan lebar tidak melebihi 400 mm.

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon—elektris dan baja high speed; Tidak dikerjakan
lebih lanjut selain dicanai panas; Selain simpai dan
strip, dengan lebar tidak melebihi 400 mm.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon—elektris dan baja high speed; Tidak dikerjakan
lebih lanjut selain dicanai dingin (cold—reduced); Simpai
dan strip, dengan lebar tidak melebihi 400 mm.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon—elektris dan baja high speed; Tidak dikerjakan
lebih lanjut selain dicanai dingin (cold—reduced); Selain
simpai dan strip, dengan lebar tidak melebihi 400 mm.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon—elektris dan baja high speed; Dikerjakan lebih
lanjut selain dicanai panas atau dicanai dingin (cold—
reduced); Simpai dan strip, dengan lebar tidak melebihi
400 mm; Disepuh atau dilapisi dengan seng.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon—elektris dan baja high speed; Dikerjakan lebih
lanjut selain dicanai panas atau dicanai dingin (cold-
reduced); Simpai dan strip, dengan lebar tidak melebihi
400 mm; Selain disepuh atau dilapisi dengan seng.

7226.20.10.00

7226.20.90.00

7226.91.10.00

7226.91.90.00

7226.92.10.00

7226.92.90.00

7226.99.11.00

7226.99.19.00

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 60/M- IND/PER/7/2014

No. URAIAN BARANG POS TARIF

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon-elektris dan baja high speed; Dikerjakan lebih
lanjut selain dicanai panas atau dicanai dingin (cold—
reduced); Selain simpai dan strip, dengan lebar tidak
melebihi 400 mm; Disepuh atau dilapisi dengan seng.
Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya,
dengan lebar kurang dari 600 mm. Selain dari baja
silikon-elektris dan baja high speed; Dikerjakan lebih
lanjut selain dicanai panas atau dicanai dingin (cold—
reduced); Selain simpai dan strip, dengan lebar tidak
melebihi 400 mm; Selain disepuh atau dilapisi dengan
seng.
Batang dan batang kecil, dicanai panas, dalam
gulungan yang putarannya tidak beraturan, dari baja
paduan lainnya. Dari baja high speed.
Batang dan batang kecil, dicanai panas, dalam
gulungan yang putarannya tidak beraturan, dari baja
paduan lainnya. Dari baja silikon—mangan.
Batang dan batang kecil, dicanai panas, dalam
gulungan yang putarannya tidak beraturan, dari baja
paduan lainnya. Selain dari baja high speed atau baja
silikon—mangan.

Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil, dari baja high speed; Dengan penampang
silang lingkaran.

Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil, dari baja high speed; Selain dengan
penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil, dari baja silikon—mangan; Dengan
penampang silang lingkaran; Tidak dikerjakan lebih
lanjut selain dicanai panas, ditarik panas atau
diekstrusi.

7226.99.91.00

7226.99.99.00

7227.10.00.00

7227.20.00.00

7227.90.00.00

7228.10.10.00

7228.10.90.00

7228.20.11.00

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor; 60/M— IND/PER/7/2014

No. URAIAN BARANG POS TARIF

Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil, dari baja silikon—mangan; Dengan
penampang silang lingkaran; Dikerjakan lebih lanjut
selain dicanai panas, ditarik panas atau diekstrusi.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil, dari baja silikon-mangan; Selain dengan
penampang silang lingkaran; Tidak dikerjakan lebih
lanjut selain dicanai panas, ditarik panas atau
diekstrusi.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil, dari baja silikon—mangan; Selain dengan
penampang silang lingkaran; Dikerjakan lebih lanjut
selain dicanai panas, ditarik panas atau diekstrusi.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, ditarik panas atau diekstrusi; Dengan
penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, ditarik panas atau diekstrusi; Selain
dengan penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya tidak dikerjakan lebih lanjut selain
ditempa; Dengan penampang silang lingkaran.

7228.20.19.00

7228.20.91.00

7228.20.99.00

7228.30.10.00

7228.30.90.00

7228.40.10.00

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor: 60/M- IND/PER/7/2014

No. URAIAN BARANG POS TARIF

Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya tidak dikerjakan lebih lanjut selain
ditempa; Selain dengan penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya, tidak dikerjakan lebih lanjut
selain cold—formed atau cold—finished; Dengan
penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya, tidak dikerjakan lebih lanjut
selain cold—formed atau cold-finished; Selain dengan
penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya; Dengan penampang silang
lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil lainnya; Selain dengan penampang silang
lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Angle, shape
dan section; Tidak dikerjakan lebih lanjut selain
dicanai panas, ditarik panas atau diekstrusi.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Angle, shape
dan section; Dikerjakan lebih lanjut selain dicanai
panas, ditarik panas atau diekstrusi.

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian Rl
Nomor: 60/M—lND/PER/20l4

URAIAN BARANG POS TARIF

Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil bor berongga; mengandung karbon 0,6%
atau lebih menurut beratnya; dengan penampang
silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil bor berongga; mengandung karbon 0,60/0
atau lebih menurut beratnya; selain dengan
penampang silang lingkaran.
Batang dan batang kecil lainnya dari baja paduan
lainnya; angle, shape, dan section dari baja paduan
lainnya; batang dan batang kecil bor berongga, dari
baja paduan atau baja bukan paduan. Batang dan
batang kecil bor berongga; selain mengandung karbon
O,6% atau lebih menurut beratnya.
Kawat dari baja paduan lainnya. Dari baja silikon-
mangan.
Kawat dari baja paduan lainnya. Selain dari baja
silikon-mangan; dari baja high speed.

7228.80.11.00

7228.80.19.00

7228.80.90.00

7229.20.00.00

7229.90.10.00

MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.
MOHAMAD S. HIDAYAT

Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat Jenderal
Kementerian Perindustrian
Kepala Biro Hukum dan Organisasi

PRAYONO

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *