Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 75/M-IND/PER/12/2013

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

PERATURAN
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: 75/M-IND/PER/12/2013
TENTANG
PETA PANDUAN PENGEMBANGAN
KOMPETENSI INTI INDUSTRI KABUPATEN SORONG SELATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 3 ayat (1)
huruf b Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008
tentang Kebijakan Industri Nasional, Pemerintah
Kabupaten Sorong Selatan telah menyusun peta
panduan pengembangan kompetensi inti industri
Kabupaten Sorong Selatan;
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (2)
Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang
Kebijakan Industri Nasional, perlu menetapkan peta
panduan pengembangan kompetensi inti industri
sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu
menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian tentang
Peta Panduan Pengembangan Kompetensi Inti Industri
Kabupaten Sorong Selatan;

Mengingat :

Undang—Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang
Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3274);
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
Undang—Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang—Undang Nomor 12 Tahun 2008
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik

MEMUTUSKAN:
Menetapkan
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG PETA
PANDUAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI
KABUPATEN SORONG SELATAN.

Pasal 1
(1) Menetapkan peta panduan pengembangan
kompetensi inti industri Kabupaten Sorong Selatan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan
Menteri ini.
(2) Peta panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan dokumen perencanaan pengembangan
industri Kabupaten Sorong Selatan yang memuat
sasaran, strategi, dan rencana aksi pengembangan
kompetensi inti industri Kabupaten Sorong Selatan.
Pasal 2
Industri pengolahansagudenganfokus pada kemampuan
mengolah sagu menjadi tepungsagumerupakan
kompetensi inti industri Kabupaten Sorong
Selatansebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.
Pasal 3
Peta panduan pengembangan kompetensi inti industri
Kabupaten Sorong Selatansebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1 menjadi:
a. pedoman operasional bagi Aparatur Pemerintah
Kabupaten Sorong Selatan dalam menunjang
pelaksanaan program pengembangan kompetensi inti
industri secara komplementer dan sinergik;
b. pedoman pengembangan kompetensi inti industri bagi
pelaku industri pengolahan sagudan/atau institusi
terkait;
C. pedoman dalam mengkoordinasikan perencanaan
kegiatan antar sektor, antar instansi terkait di pusat
dan daerah (provinsi dan kabupaten/ kota);
d. acuan dalam penyusunan rencana strategis dan
rencana kerja tahunanKabupaten Sorong Selatan; dan
e. informasi dalam menggalang dukungan sosial-politis
dan kontrol sosial atas pelaksanaan kebijakan
pengembangan kompetensi inti industri.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG PETA
PANDUAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI
KABUPATEN SORONG SELATAN.

Pasal 1
(1) Menetapkan peta panduan pengembangan
kompetensi inti industri Kabupaten Sorong Selatan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan
Menteri ini.
(2) Peta panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan dokumen perencanaan pengembangan
industri Kabupaten Sorong Selatan yang memuat
sasaran, strategi, dan rencana aksi pengembangan
kompetensi inti industri Kabupaten Sorong Selatan.
Pasa12
Industri pengolahansagudenganfokus pada kemampuan
mengolah sagu menjadi tepungsagumerupakan
kompetensi inti industri Kabupaten Sorong
Selatansebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.
Pasal 3
Peta panduan pengembangan kompetensi inti industri
AKabupaten Sorong Selatansebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1 menj adi:
a. pedoman operasional bagi Aparatur Pemerintah
Kabupaten Sorong Selatan dalam menunjang
pelaksanaan program pengembangan kompetensi inti
industri secara komplementer dan sinergik;
b. pedoman pengembangan kompetensi inti industri bagi
pelaku industri pengolahan sagudan/atau institusi
terkait;
C. pedoman dalam mengkoordinasikan perencanaan
kegiatan antar sektor, antar instansi terkait di pusat
dan daerah (provinsi dan kabupaten/ kota);
d. acuan dalam penyusunan rencana strategis dan
rencana kerja tahunanKabupaten Sorong Selatan; dan
e. informasi dalam menggalang dukungan sosial—politis
dan kontrol sosial atas pelaksanaan kebijakan
pengembangan kompetensi inti industri.

Pasal 4
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan peta panduan
pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten
Sorong Selatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Pengembangan
Perwilayahan Industri.
Dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Direktur
Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri dapat
berkoordinasi dengan kementerian/ lembaga terkait.
Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan
Industri menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi
kepada Menteri Perindustrian sekurang—kurangnya
sekali dalam 1 (satu) tahun.
Pasal 5
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 Desember 2013
MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
MOHAMAD S. HIDAYAT

SALINAN Peraturan Menteri ini

NQ‘P‘PWEOI”

disampaikan kepada:
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II;
Para Pejabat Eselon 1 di lingkungan Kementerian Perindustrian;
Gubernur Papua Barat;
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sorong Selatan;
Bupati Sorong Selatan;
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Perindustrian;
Pertinggal.

Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat J enderal
Kementerian Perindustrian
Ke a1 « inolrl?r — m dan Or anisasi

Z312 g

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR :75/M-IND/PER/12/2013
TANGGAL : 23 DESEMBER 2013

PETA PANDUAN
PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI
KABUPATEN SORONG SELATAN

I PENDAHULUAN
II SASARAN
III STRATEGI
IV KERANGKA PENGEMBANGAN
V RENCANA AKSI

MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.
MOHAMAD S. HIDAYAT

Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat Jenderal
Kementerian Perindustrian
Kepala Biro Hukum dan Organisasi

PRAYONO

II

III

Lampiran PeraturanMenteriPerindustrian RI
Nomor : 75/M-IND/PER/ 12/2013
PETA PANDUANPENGEMBANGAN
KOMPETENSI INTI INDUSTRIKABUPATEN SORONG SELATAN
PENDAHULUAN
Berdasarkan pertimbangan hasil analisa terhadap kondisi dan potensi
ekonomi daerah dan potensi pengembangan 5 (lima) tahun ke depan
serta keterkaitannya dengan industri penunjang, industri terkait dan
industri di kabupaten/kota dan provinsi lain, Kabupaten Sorong Selatan
menentukan‘ industri pengolahan sagudenganfokus pada kemampuan
mengolah sagu menjadi tepungsagusebagai kompetensi inti industrinya.
Dalam rangka mengembangkan kompetensi inti industri tersebut,
disusun Peta Panduan Pengembangan Kompetensi Inti Industri
Kabupaten Sorong Selatan, yang memuat sasaran pengembangan yang
ingin dicapai, strategi, serta rencana aksinya.
SASARAN
Sasaran pengembangan industri pengolahan sagu dengan fokUS pada
kemampuan mengolah sagumenjadi tepungsaguterdiri atas:
a. Sasaran Jangka Menengah (2014 -— 2018)
1. Tumbuhnya unit usaha pengolahan tepung sagu sebanyak 16unit
padatahun 2018; dan
2. Meningkatnya kapasitas produksi tepung sagu mencapai
1.752.000 Kg tepung sagu pada tahun 2018.
b. Sasaran Jangka Panjang (2014 — 2025)
1. Berdirinya lUnit PelaksanaTeknis Daerah(UPTD) pengolahan
sagu;
2. Terbentuknyaklasterindustri pengolahan sagu;
3. Terserti?kasinya tepung sagu;dan
4. Terdiversi?kasinyahasil olahan sagu selain tepung sagu.
STRATEGI
Berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, maka
ditempuh strategi sebagai berikut:
a. Pengembangan kelembagaan usaha dan pengelolaan industri;
b. Peningkatankapasitas produksi tepung sagu;
c. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku
usaha;
Modernisasi dan mekanisasi pengolahan tepung sagu;
Peningkatan daya dukung infrastruktur industri;
Peningkatan standardisasi produk olahan sagu; dan
got-99. Peningkataniklimusahadaninvestasi.

Lampiran Peraturan Menteri Perindu strian RI
Nomor: 75/M-IND/PER/ 12/2013
IV KERANGKA PENGEMBANGAN
Kerangka pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten Sorong
Selatan sebagaimana tercantum dalam tabel sebagai berikut:
Industri Inti Industri Penunjang Industri terkait
Industri pengolahan sagu Industri mesin dan peralatan Industri makanan,
Fokus: produksi, industri bahan industri farmasi
Kemampuan Mengolah penolong, industri kemasan
Sagu Menjadi Tepung
Sagi
Sasaran
Jangka Menengah Jangka Panjang
(2014-2018) (2014-2025)
a. Terbentuknya 16 unit usaha a. Tercapainya diversi?kasi produk
pengolahan tepung sagu sampai olahan sagu;
dengan tahun 2018; dan b. Terbentuknya klaster industri
b. Tercapainya produksi tepung sagu pengolahan sagu; dan
sebesar 1.750 Ton pada tahun 2018. c. Berdirinya 1 Unit Pelaksana Teknis
Daerah (UPl‘D) pengolahan sagu.
Stratggi
a. Penguatan kelembagaan;
b. Penguatan pasokan bahan baku;
c. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha;
d. Standardisasi produk pengolahan sagu;
e. Peningkatan kapasitas produksi tepung sagu;
f. Peningkatan iklim usaha dan investasi; dan
g. Peningkatan infrastruktur penunjang industri.
Pokok-Pokok Rencana Aksi Pokok-Pokok Rencana Aksi
Jaggka Menengah (2014-2018) Jangka Panjang (2014 – 2025)
a. Penguatan kelembagaan; a. Pembentukan pusat pembibitan
b. Penguatan sektor hulu; benih sagu;
c. Pengembangan SDM; b. Pendirian UPTD pengolahan sagu;
d. Peningkatan mutu dan standardisasi c. Kelembagaan klaster industri sagu;
produk; dan
e. Peningkatan kemampuan teknologi d. Serti?kasi mutu dan standardisasi
pengolahan; produk pengolahan sagu.
f. Pengembangan investasi dan
pemasaran;
g. Pengembangan kawasan industri
agro; dan
h. Peningkatan infrastruktur
pendukung.
Aspek Penunjang
Teknologi Sumber Daya Manusia
a. Mekanisasi proses pemotongan a. Penumbuhan kewirausahaan
pohon sagu; dan pengolahan sagu; dan
b. Teknologi dan modemisasi proses b. Kemampuan SDM lokal dalam
penepungan sagu. pengolahan sagu dan standardisasi
produk.
Pasar Infrastruktur
a. Peningkatan promosi dan investasi a. Pembangunan miniplant pemotongan
industri; dan sagu; dan
b. Kelembagaan pemasaran dan b. Sarana dan prasarana pendukung
perluasan akses pasar. industri;
Lokasi Pengembangan
Distrik Mentemani, Distrik Kokonda, Distrik Teminabuan, Distrik Kais

V RENCANA AKSI
Rencana aksi dalam rangka pengembangan Kompetensi Inti Industri Kabupaten Sorong Selatan sebagaimana tercantum sebagai berikut:

Lampiran Peraturan Menteri Perindustm’an RI
Nomor :75/M-IND/PER/ 12/2013

PEMANGKU KEPENTINGAN

RKPD setiap
dinas terkait

Kabupaten Sorong
Selatan, Distanbun
Kabupaten Sorong
Selatan
. Membentuk kelompok kerja Terbentuk pokja Bappeda Pelaku usaha,
pelaksanaan Kompetensi program Kabupaten Sorong Petani sagu,
Inti Industri pengembagan Selatan, Koperasi
KIID lintas Disperindagkop
sektoral dan UMKM
Kabupaten Sorong
Selatan

NO RENCANA AKSI INDIKATOR

PUSAT I DAERAH I LAIN-LAIN 2014 2015 2016 2017 2018

1. PENGUATAN KELEMBAGAAN
a. Menetapkan Peraturan Adanya Perbup Bupati, Bappeda
Bupati (Perbup) Sorong tentang Kabupaten Sorong
Selatan tentang pengembangan Selatan,
pengembangan Kompetensi Kompetensi Inti Disperindagkop
Inti Industri Industri dan UMKM
Kabupaten Kabupaten Sorong
Sorong Selatan Selatan
. Mensosialisasikan Terselenggaranya Setda Kabupaten
Kompetensi Inti Industri forum sosialisasi Sorong Selatan,
Kabupaten Sorong Selatan kepada seluruh Disperindagkop
pemangku dan UMKM
kepentingan Kabupaten Sorong
dengan Selatan
Kompetensi Inti
Industri di
Kabupaten
Sorong Selatan
. Mencantumkan program Tercantumnya Bappeda
Kompetensi Inti Industri program Kabupaten Sorong
dalam Rencana Kerja pengembangan Selatan,
Pembangunan Daerah Kompetensi Inti Disperindagkop
(RKPD) Industn‘ dalam dan UMKM

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor :75/M—IND/PER/ 12/2013

rohon per hektar

PEMANGKU KEPENTINGAN

NO RENCANA AKSI INDIKATOR

PUSAT DAERAH LAIN-LAIN
e. Monitoring dan evaluasi Tersedianya Dit. PFI Wilayah Disperindagkop
laporan hasil III, Ditjen PPI, dan UMKM
monitoring dan Kemenperin Kabupaten Sorong
evaluasi Selatan
2 PENGUATAN SEKTOR HULU
a. Memfasilitasi program Tercapainya Dit. Tanaman Distanbun
intensi?kasi perkebunan produktivitas Tahunan, Ditjen Kabupaten Sorong
sagu panen sagu Perkebunan, Selatan
sebesar 450 Kementan

2014 2015 2016 2017 2018

b. Memfasilitasi peningkatan Tersedianya bibit Balai Besar Distanbun Provinsi Pusat
kualitas benih sagu unggul benih sagu Perbenihan dan Papua Barat penelitian ubi
unggul Proteksi dan sagu,
Tanaman Perguruan
Perkebunan Tinggi
(BBP2TP),
Kementan
c. Sosialisasi peningkatan Terselenggaranya Distanbun Koperasi
semangat usaha forum sosialisasi Kabupaten Sorong usaha sagu
perkebunan sagu usaha Selatan dan petani
perkebunan sagu sagu
di 3 distrik
; otensial
d. Memfasilitasi pembangunan Terbangunnya 1 Balai Besar Distanbun Petani dan
balai benih sagu balai benih sagu Perbenihan dan Kabupaten Sorong koperasi sagu
Proteksi Selatan
Tanaman
Perkebunan
(BBP2TP),
Kementan
e. Memfasilitasi kerjasama Terbentuknya 1 Subdit Pemprov Papua
regional pengembangan MoU kerjasama Pengembangan Barat, Pemprov
sagu antar daerah Wilayah II Ditjen Papua, Pemkab
penghasil sagu Pengembangan Sorong Selatan
Daerah,
Kemendagri

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor :75/M-IND/PER/ 12/2013

PEMANGKU KEPENTINGAN

RENCANA AKSI INDIKATOR

PUSAT . DAERAH LAIN-LAIN 2014 2015 2016 2017 2018
f. Memfasilitasi penelitian Terdapat 1 Distanbun Perguruan
mutu air di kawasan dokumen hasil Kabupaten Sorong Tinggi
perkebunan sagu penelitian mutu Selatan
air di kawasan
perkebunan satin
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
a. Memfasilitasi peningkatan Terselenggaranya Dit. Industri Distanbun Pusat
kemampuan teknis pelatihan Hasil Hutan dan Kabupaten Sorong penelitian ubi
pengolahan tepung sagu pengolahan Perkebunan, Selatan dan sagu,
tepung sagu 1 Ditjen Industri Perguruan
kali per tahun Agro, Tinggi
Kemenperin,
BPPT
b. Memfasilitasi peningkatan Terselenggaranya Balai Besar
kemampuan diversi?kasi pelatihan Industri Agro,
produk sagu diversi?kasi Kemenperin,
tepung sagu 1 BPPT
kali per tahun
c. Memfasilitasi pembentukan Terbentuknya 1 Disdik Kabupaten Perguruan
lembaga pendidikan lembaga Sorong Selatan, Tinggi
akademi pangan pendidikan Distanbun
akademi pangan Kabupaten Sorong
Selatan
PENINGKATAN MUTU DAN STANDARDISASI PRODUK
a. Memfasilitasi standardisasi Terselenggaranya Dit. Industri Disperindagkop Perguruan
mutu produk tepung sagu pelatihan Hasil Hutan dan UMKM Tinggi,
standardisasi Perkebunan, Kabupaten Sorong pelaku usaha
mutu produk Ditjen Industri Selatan
tepung sagu Agro, Kemenperin
untuk 4 unit
usaha yer tahun
b. Memfasilitasi serti?kasi Tercapainya Dit. Industri Disperindagkop Unit Usaha
mutu produk tepung sagu serti?kasi mutu Hasil Hutan dan UMKM pengolahan
tepung sagu Perkebunan, Kabupaten Sorong
(SNI.GMP dan Ditjen Industri Selatan
HACCP) Agro, Kemenperin

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor :75 /M—IND/PER/ 12/2013

PEMANGKU KEPENTINGAN

a. Memfasilitasi kerjasama
investasi

Tersusunnya 1
dokumen MoU
kexjasama
dengan investor

Pemkab Sorong
Selatan

Pelaku usaha

NO RENCANA AKSI INDIKATOR

PUSAT DAERAH LAIN-LAIN 2014 2015 2016 2017 2018

5 PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN
a. Memfasilitasi peningkatan Teralokasikannya Dit. IKM Wilayah Disperindagkop Pelaku usaha
teknologi produksi tepung 8 mesin III, Ditjen IKM, dan UMKM
sagu pemotongan sagu Kemenperin Kabupaten Sorong
dan 8 mesin Selatan
penepungan sagu
sampai dengan
tahun 2018
Memfasilitasi bimbingan Terselenggaranya Dit. Industri Disperindagkop Pelaku usaha
teknis dan pendampingan bimbingan teknis Hasil Hutan dan dan UMKM Sagu, Tenaga
penguasaan teknologi dan Perkebunan, Kabupaten Sorong Penyuluh
pengolahan sagu pendampingan Ditjen Industri Selatan Lapangan
pemanfaatan Agro, Kemenperin (TPL)
teknologi
penepungan
modern
6 PENGEMBANGAN INVESTASI DAN PEMASARAN

sagu investasi sagu di
Kabupaten
Sorong Selatan

Dep. Promosi
Penanaman
Modal, Badan
Koordinasi
Penanaman
Modal

Daerah Provinsi
Papua Barat,
Disperindagkop
dan UMKM
Kabupaten Sorong
Selatan

b. Memfasilitasi pembentukan Terbentuknya l Disperindagkop Pelaku usaha
kelompok usaha lembaga formal di dan UMKM
pemasaran bidang distribusi Kabupaten Sorong
dan pemasaran Selatan
produk tepung
sagu
. Memfasilitasi penyusunan Tersusunnya 1 Dit. Fasilitasi Badan Koordinasi Konsultan
pro?l investasi industri dokumen pro?l Promosi Daerah, Penanaman Modal investasi

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor :75/M—IND/PER/ 12/2013

PEMANGKU KEPENTINGAN

RENCANA AKSI INDIKATOR

PUSAT DAERAH LAIN-LAIN 2014 2015 2016 2017 2018
d. Memfasilitasi promosi dan Keikutsertaan Dit. IKM Wilayah Disperindagkop Pelaku usaha
pameran produk hasil produk III, Ditjen IKM, dan UMKM
pengolahan sagu pengolahan sagu Kemenperin Kabupaten Sorong
Kabupaten Selatan
Sorong Selatan
pada pameran

PENINGKATAN INFRASTRUKTUR INDUSTRI
PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI
a. Memfasilitasi penyusunan Tersusunnya 1 Dit. PFI Wilayah Bappeda
mastepplan kawasan dokumen III, Ditjen PPI, Kabupaten Sorong
industri
agro perencanaan Kemenperin Selatan,
kawasan industri Disperindagkop
agro dan UMKM
Kabupaten Sorong
Selatan
b. Memfasilitasi penyusunan Tersusunnya 1 Dit. PFI Wilayah Bappeda
DED (Detail Engineering dokumen DED III, Ditjen PPI, Kabupaten Sorong
Design) kawasan industri (Deteil . Kemenperin Selatan,
agro Engmeermg Dlspenndagkop

Design) kawasan dan UMKM
industri agro Kabupaten Sorong
Selatan
7.2 PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG
a. Kajian perencanaan Tersusunnya 1 Disperindagkop
gudang penyimpanan hasil dokumen dan UMKM
pemotongan sagu perencanaan Kabupaten Sorong
gudang Selatan
penyimpanan
hasil pemotongan
sagu kapasitas
2000 Ton
Memfasilitasi penyiapan Tersedianya Bappeda investor
lahan dan infrastruktur lahan dan Kabupaten Sorong ‘
gudang infrastruktur Selatan (3
yang memadai ?
untuk a?ldany’

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor :75/M—IND/PER/ 12/2013

PEMANGKU KEPENTINGAN
NO RENCANA AKSI INDIKATOR 2015 2016

PUSAT DAERAH LAIN-LAIN 20 14
c. Memfasilitasi Terbangunnya 1 Disperindagkop Investor
pembangunan gudang unit gudang dan UMKM
penyimpanan sagu penyimpanan Kabupaten Sorong
saa’u Selatan

2017 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *