Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor : 81/M-IND/PER/12/2013

Menteri Perindustrian Republik Indonesia
PERATURAN
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 81/M—IND/PER/12/2013
TENTANG
PETA PANDUAN PENGEMBANGAN
KOMPETENSI INTI INDUSTRI KABUPATEN TOLITOLI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 3 ayat (1)
huruf b Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008
tentang Kebijakan Industri Nasional, Pemerintah
Kabupaten Tolitoli telah menyusun peta panduan
pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten
Tolitoli;
bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (2)
Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang
Kebijakan Industri Nasional, perlu menetapkan peta
panduan pengembangan kompetensi inti industri
sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dam huruf b, perlu
menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian tentang
Peta Panduan Pengembangan Kompetensi Inti Industri
Kabupaten Tolitoli;

Mengingat :

Undang—Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang
Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3274);
Undang—Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
Undang—Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang—Undang Nomor 12 Tahun 2008
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4844);
Undang—Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
Undang—Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang
Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4724);
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1986 tentang
Kewenangan Pengaturan, Pembinaan dan
Pengembangan Industri (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1986 Nomor 23, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3330);
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan
Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2009 tentang
Kawasan Industri (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 47, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4987);
Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang
Kebijakan Industri Nasional;
Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011;
.Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara
serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I
Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92
Tahun 2011;
Keputusan Presiden Nomor 84/ P Tahun 2009 tentang
Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II Periode
Tahun 2009—2014 sebagaimana telah diubah dengan
Keputusan Presiden Nomor 59/ P Tahun 201 1;
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
114/MIND/PER/ 10/2009 tentang Peta Panduan (Road
Map) Pengembangan Klaster Industri Pengolahan
Kelapa;
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 105/ M—IND/
PER/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Perindustrian;
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 64/ M—IND/
PER/7/2011 tentang Jenis-Jenis Industri Dalam
Pembinaan Direktorat Jenderal dan Badan di
Lingkungan Kementerian Perindustrian;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN TENTANG PETA
PANDUAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI
KABUPATEN TOLITOLI.

Pasal 1
(1) Menetapkan peta panduan pengembangan
kompetensi inti industri Kabupaten Tolitoli
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan
Menteri ini.
(2) Peta panduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan dokumen perencanaan pengembangan
industri Kabupaten Tolitoli yang memuat sasaran,
strategi, dan rencana aksi pengembangan kompetensi
inti industri Kabupaten Tolitoli.

Pasal 2
Industri pengolahan kelapa dengan fokus kemampuan
mengolah kelapa menjadi minyak kelapa, merupakan
kompetensi inti industri Kabupaten Tolitoli sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1.

Pasal 3
Peta panduan pengembangan kompetensi inti industri
Kabupaten Tolitoli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
menjadi:
a. pedoman operasional bagi Aparatur Pemerintah
Kabupaten Tolitoli dalam menunjang pelaksanaan
program pengembangan kompetensi inti industri
secara komplementer dan sinergik;
b. pedoman pengembangan kompetensi inti industri bagi
pelaku industri pengolahan kelapa dan/atau institusi
terkait;
c. pedoman dalam mengkoordinasikan perencanaan
kegiatan antar sektor, antar instansi terkait di pusat
dan daerah (provinsi dan kabupaten/ kota);
d. acuan dalam penyusunan rencana strategis dan
rencana kerja tahunan Kabupaten Tolitoli; dan
e. informasi dalam menggalang dukungan sosial — politis
dan kontrol sosial atas pelaksanaan kebijakan
pengembangan kompetensi inti industri.

Pasal 4
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan peta panduan
pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten
Tolitoli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1
dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Pengembangan
Perwilayahan Industri.
Dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Direktur
Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri dapat
berkoordinasi dengan kementerian/ lembaga terkait.
Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan
Industri menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi
kepada Menteri Perindustrian sekurang-kurangnya
sekali dalam 1 (satu) tahun.

Pasal 5
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 Desember 2013
MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.
MOHAMAD S. HIDAYAT

SALINAN Peraturan Menteri ini
disampaikan kepada:
Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II;
Para Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Perindustrian;
Gubernur Sulawesi Tengah;
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tolitoli;
Bupati Tolitoli;
Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Perindustrian;
Pertinggal.

Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat Jenderal
Kementerian Perindustrian
Kepala Biro Hukum dan Organisasi

PRAYONO

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK
INDONESIA
NOMOR :81/M—IND/PER/12/2013
TANGGAL : 23 DESEMBER 2013

PETA PANDUAN
PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI INDUSTRI
KABUPATEN TOLITOLI

I PEN DAH ULUAN
II SASARAN
III STRATEGI
IV KERANGKA PENGEMBANGAN
V RENCANA AKSI

MENTERI PERINDUSTRIAN
REPUBLIK INDONESIA,

ttd.
MOHAMAD S. HIDAYAT

Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat Jenderal
Kementerian Perindustrian
Kepala Biro Hukum dan Organisasi

PRAYONO

II

III

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 81/M—IND/PER/12/2013
PETA PANDUANPENGEMBANGAN
KOMPETENSI INTI INDUSTRI KABUPATEN TOLITOLI
PENDAHULUAN
Berdasarkan pertimbangan hasil analisis terhadap kondisi dan potensi
ekonomi daerah dan potensi pengembangan 5 tahun ke depan serta
keterkaitannya dengan industri penunjang, industri terkait dan industri
di kabupaten/kota dan provinsi lain, Kabupaten Tolitoli menentukan
industri pengolahan kelapa dengan fokus pada kemampuan mengolah
kelapa menjadi minyak kelapa sebagai kompetensi inti industrinya.
Dalam rangka mengembangkan kompetensi inti industri tersebut,
disusun Peta Panduan Pengembangan Kompetensi Inti Industri
Kabupaten Tolitoli, yang memuat sasaran pengembangan yang ingin
dicapai, strategi, dan rencana aksinya.
SASARAN
Sasaran pengembangan industri pengolahan kelapa dengan fokus pada
kemampuan mengolah kelapa menjadi minyak kelapa terdiri atas:
a. Sasaran Jangka Menengah (2014 — 2018)
1. Tercapainya produksi minyak kelapa sebesar 40 Ton pada tahun
2018;dan
2. Tercapainya serti?kasi mutu produk minyak kelapa sesuai standar
industri dan kesehatan.
b. Sasaran Jangka Panjang (2014 — 2025)
1. Tercapainya produksi minyak kelapa sebesar 80 Ton pada tahun
2025;
2. Tercapainya ekspor produk minyak kelapa sebesar 30 Ton pada
tahun 2025; dan
3. Berkembangnya diversi?kasi produk turunan kelapa.
STRATEGI
Berdasarkan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,
maka ditempuh strategi sebagai berikut:
a. Penguatan kelembagaan;
Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) produksi;
Penguatan teknologi produksi;
Pengembangan jejaring pemasaran; dan
99.90″ Penguatan pasokan bahan baku.

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 81/M—IND/PER/ 12/2013

IV KERANGKA PENGEMBANGAN
Kerangka pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten Tolitoli
sebagaimana tercantum dalam tabel sebagai berikut:
Industri Inti Industri PenunjanL Industri terkait
Industri pengolahan kelapa Industri pupuk dan obat— Industri makanan dan
Fokus: obatan untuk pertanian minuman, industri
Kemampuan Mengolah dan perkebunan, industri kosrnetik, Industri
Kelapa Menjadi Minyak permesinan dan peralatan farmasi.
Kelapa produksi, industri bahan
penolong, industri
kemasan
Sasaran Jangka Menengah Sasaran Jangka Panjang
(2014-2018) (2014 — 2025)
a. Tercapainya produksi Minyak Kelapa a. Tercapainya produksi Minyak Kelapa
sebesar 40 Ton pada tahun 2018; dan sebesar 80 Ton pada tahun 2025;
b. Tercapainya serti?kasi mutu produk b. Tercapainya ekspor produk Minyak
minyak kelapa sesuai standar industri Kelapa sebesar 30 Ton pada tahun
dan kesehatan. 2025; dan
c. Berkembangnya diversifikasi produk
turunan kelapa.
Strategi
a. Penguatan kelembagaan;
b. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) produksi;
c. Penguatan teknologi produksi;
d. Pengembangan jejaring pemasaran; dan
e. Penguatan pasokan bahan baku.
Pokok-pokok Rencana Aksi Pokok-Pokok Rencana Aksi
Jangka Menenggh (2014-2018) Jangka Panjang (2014-2025)
a. Penetapan regulasi dan kelembagaan a. Penguatan budi daya/ bahan baku;
KIID; b. Penguatan jaringan pemasaran; dan
b. Penguatan kelembagaan usaha; c. Diversifikasi produk olahan kelapa.
c. Penguasaan teknologi produksi;
d. Diseminasi pengetahuan produksi;
e. Pembangunan Industri Kelapa
Terpadu (IKT) Kabupaten Tolitoli;
Pengembangan jejaring pemasaran;
g. Peningkatan mutu dan keamanan
pangan; dan
h. Penguatan pasokan bahan baku.

f‘h

Unsur Pe nunjang
Pasar Infrastruktur
Manajemen merek untuk membangun Ketersediaan sarana dan prasarana
image yang baik dan unik. komunikasi, transportasi, energi dan air
bersih.
Teknologi SDM
a. Penguasaan teknologi tepat guna a. Kompetensi di bidang manajemen
pengolahan kelapa; dan mutu; dan
b. Penerapan standar mutu produk b. Kompetensi dalam teknik produksi
minyak kelapa dan produk olahan minyak kelapa dan produk olahan
kelapa lainnya. kelapa lainnya.
Lokasi Pengembangan
Tahap pertama: Kecamatan Dampal Utara, Kecamatan Dampal Selatan, Kecamatan
Galang, Kecamatan Dondo; Tahap kedua: Kecamatan Tolitoli Utara, Kecamatan Dako
Pemean, Kecamatan Lampasio, Kecamatan Basidondo; Tahap ketiga: Kecamatan
Ogadeide, Kecamatan Baolan.

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 81/M-IND/PER/ 12/2013

RENCANA AKSI
Rencana aksi dalam rangka pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten Tolitoli sebagaimana tercantum dalam matriks
sebagai berikut:
NO RENCANA AKSI PEMANGKU KEPENTINGAN

. INDIKATOR PUSAT I DAERAH 1 LAINNYA 2014 2015 2016 2017 2018
1 PENGUATAN KELEMBAGAAN
1.1 PENETAPAN REGULASI DAN KELEMBAGAAN KIID
a. Penetapan Peraturan Ditetapkannya Perbup Bupati, Dispesdam
Bupati (Perbup) tentang Kompetensi Inti Industri Kabupaten Tolitoli,
Kompetensi Inti Industri Kabupaten Tolitoli Diskop UMKM dan
Kabupaten Tolitoli Perdagangan
Kabupaten Tolitoli,
Disbun Kabupaten
Tolitoli, DPRD
Kabupaten Tolitoli
b. Penetapan Kelompok Ditetapkannya 1 Pokja Dispesdam Pelaku usaha
Kerja (Pokja) pengembangan Kabupaten Tolitoli,
Kompetensi Inti Industri Kompetensi Inti Industri Diskop UMKM dan
Kabupaten Tolitoli Kabupaten Tolitoli Perdagangan
Kabupaten Tolitoli,
Disbun Kabupaten
Tolitoli
c. Mencantumkan Tercantumnya program Bappeda
program Kompetensi pengembangan Kabupaten Tolitoli,
Inti Industri dalam Kompetensi Inti Industri Diskop UMKM dan
Rencana Kerja dalam RKPD setiap Perdagangan
Pembangunan Daerah dinas terkajt Kabupaten Tolitoli,
(RKPD) Disbun Kabupaten
Tolitoli, Dispesdam
Kabupaten Tolitoli
d. Monitoring dan Terdapatnya laporan Dit. PFI Wilayah Dispesdam
evaluasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi III, Ditjen PPI, Kabupaten Tolitoli,
kegiatan pada setiap akhir tahun Kemenperin Disbun Kabupaten
Tolitoli

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor: 81/M-IND/PER/12/2013
PEMANGKU KEPENTINGAN

NO

RENCALNA AKSI INDIKATOR PUSAT DAERAH I LAINNYA 2014 2015 2016 2017 2018
1.2 PENGUATAN KELEMBAGAAN USAHA
a. Memfasilitasi Terbentuknya 10 KUB Dit. IKM Dispesdam KUB
Pembentukan KUB minyak kelapa per tahun Wilayah III, Kabupaten Tolitoli
minyak kelapa ., ¥’ Ditjen IKM,
Kemenperin
b. Pembentukan badan Terbentuknya badan Setda Kabupaten
hukum pengelola hukum pengelola IKT Tolitoli, Dispesdam
Industri Kelapa Terpadu Kabupaten Tolitoli Tolitoli
[IKT] Kabupaten Tolitoli
2 PENGUATAN SDM INDUSTRI
2.1 PENGUASAAN TEKNOLOGI PRODUKSI
a. Memfasilitasi Terselenggaranya Dit. IKM Dispesdam Pelaku usaha
peningkatan pelatihan teknik Wilayah III, Kabupaten Tolitoli,
kemampuan produksi produksi minyak kelapa Ditjen IKM, Diskumperindag
minyak kelapa Kemenperin Provinsi Sulawesi
_ _ _ _____“ Tengah __77_7_ _ ,
b. Memfasilitasi pelatihan Terselenggaranya Dit. IKM Dispesdam Pelaku usaha IE
penjaminan mutu pelatihan penjaminan Wilayah III, Kabupaten Tolitoli, h”
mutu produk minyak Ditjen IKM, Diskumperindag
kelapa dan produk Kemenperin Provinsi Sulawesi
turunan kela; a lainnya Tengah
2.2 DISEMINASI PENGETAHUAN PRODUKSI
a. Perancangan kurikulum Tersedianya dokumen Balitka Manado, Dispesdam Perguruan
pengolahan kelapa rancangan muatan lokal Kementan; Kabupaten Tolitoli, Tinggi
sebagaj materi muatan pengolahan kelapa BBIHP Disdikpora
lokal untuk SMK di Kemenperin Kabupaten Tolitoli
Kabupaten Tolitoli
b. Memfasilitasi penerapan Terlaksananya Balitka Manado, Dispesdam Perguruan
kurikulum pengolahan kurikulum pengolahan Kementan; Kabupaten Tolitoli, Tinggi
kelapa sebagai muatan kelapa sebagaj materi BBIHP, Disdikpora
lokal muatan lokal SMK di Kemenperin Kabupaten Tolitoli
Kabupaten Tolitoli

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 8l/M-IND/PER/ 12/2013
NO RENCANA AKSI INDIKATOR PEMANGKU KEPENTINGAN

PUSAT I DAERAH I LAINNYA 2014 2015 2016 2017 2018
3 PEMBANGUNAN INDUSTRI KELAPA TERPADU IIKT) KABUPATEN TOLITOLI
a. Studi penentuan model T erdapatnya model Dispesdam Pelaku
kelembagaan IKT kelembagaan IKT Kabupaten Tolitoli, usaha,
Kabupaten Tolitoli Bappeda Perguruan
Kabupaten Tolitoli, Tinggi
Balitbang
b. Studi Kelayakan Terdapatnya dokumen BLH Kabupaten Pelaku
pendirian IKT studi kelayakan Tolitoli, Balitbang Usaha,
Kabupaten Tolitoli pendirian IKT Kabupaten Kabupaten Tolitoli Perguruan
Tolitoli Ting?
c. Pengadaan tanah dan Tersedianya tanah dan Setda Kabupaten IKT
bangunan IKT bangunan untuk IKT Tolitoli Bagian
Pertanahan,
Dispesdam
_____ __ Kabu; aten Tolitoli
d. Memfasilitasi Tersedianya mesin dan Dit. IKM Dispesdam Tolitoli, IKT
peningkatan teknologi peralatan produksi Wilayah III, Diskumperindag
produksi minyak kelapa minyak kelapa dan Ditjen IKM, Provinsi Sulawesi
produk olahan kelapa Kemenperin Tengah
lainnya untuk [KT
6. Memfasilitasi peralatan Tersedianya peralatan Dit. IKM Dispesdam Tolitoli,
uji mutu produk uji mutu produk untuk Wilayah III, Diskumperindag
IKT Ditjen IKM, Provinsi Sulawesi
_ _ Kemen; erin Tengah
f. Produksi rutin dan Terlaksananya produksi Diskes Kabupaten Pelaku usaha
pengawasan mutu IKT minyak kelapa hingga Tolitoli,
mencapai 40 Ton pada Dispesdam
tahun 2018 Kabupaten Tolitoli,
Diskop UMKM dan
Perdagangan
Kabupaten Tolitoli

Lampiran Peraturan Menteri Perindustrian RI
Nomor : 81/M-IND/PER/12/2013
NO RENCANA AKSI INDIKATOR PEMANGKU KEPENTINGAN

PUSAT l DAERAH I LAINNYA 20 14 20 15 2016 2017 20 18

4 PENGEMBANGAN JEJARING PEMASARAN
a. Memfasilitasi kexjasama Terdapatnya MoU Dispesdam Pelaku usaha
pemasaran kerjasama pemasaran Kabupaten Tolitoli,
dengan konsumen atau Bapamda
distributor Kabupaten Tolitoli
b. Memfasilitasi promosi Keikutsertaan produk Dekranas Dispesdam Pelaku usaha
produk-produk IKT minyak kelapa dan Kabupaten Tolitoli,
produk olahan kelapa Bapamda
lainnya dalam pameran Kabupaten Tolitoli,
berskala lokal, regional, Disbudpar
nasional dan Kabupaten Tolitoli,
internasional Dekranasda
Provinsi Sulawesi
Tengah
5 PENINGKATAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN
a. Memfasilitasi Tercapainya serti?kasi Pustand Diskes Kabupaten Pelaku usaha
standardisasi produk— mutu produk—produk BPKIMI, Tolitoli, Dipesdam
produk IKT IKT (P~IRT, MD, SNI, dan Kemenperin Kabupaten Tolitoli
Codex)
b. Memfasilitasi kemasan Terdapatnya kemasan BBKK, Klinik Dispesdam Pelaku usaha
produk—produk IKT produk minyak kelapa kemasan, Kabupaten Tolitoli,
dan produk olahan Kemenperin Diskumperindag
kelapa lainnya Provinsi Sulawesi
Tengah
6 PENGUATAN PASOKAN BAHAN BAKU
a. Peremajaan dan Terlaksananya Disbun Kabupaten SMK
peningkatan produksi peremajaan dan Tolitoli, Disbun Pertanian
perkebunan kelapa peningkatan produksi Provinsi Sulawesi Lalos
kelapa sebanyak 100 Tengah
Ton sampai dengan
tahun 2018
b. Memfasilitasi pelatihan Terselenggaranya Disbun Kabupaten SMK
teknik budi daya pelatihan teknjk budi Tolitoli, Disbun Pertanian
daya kelapa Provinsi Sulawesi Lalos
Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *