Harga Jagung yang Melambung Persulit Pengusaha Pakan Ternak

Dampak pembatasan impor jagung Kebijakan Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun ini mulai dirasakan oleh para produsen pakan ternak.

Sejak awal Juni 2016, harga jagung lokal naik ke level Rp .800 – Rp 4.000 per kilogram (kg), naik 26% – 3% dari sebelumnya yang berada pada kisaran Rp 3.000 per kg. Kenaikan tersebut terjadi karena komoditas ini masuk dalam masa paceklik. Sebagai akibatnya pengusaha pakan ternak harus merogoh kocek lebih dalam atau mengganti jagung dengan komoditas lainnya sebagai bahan baku pakan ternak.

Kenaikan harga jagung lokal memberikan keuntungan pada petani, namun merugikan industri ternak karena harus membeli dengan harga lebih tinggi. Karena kesulitan mendapatkan jagung, produsen pakan ternak mengimpor jagung sebagai substitusi jagung. Namun masalah baru kembali muncul karena biaya produksi meningkat saat menggunakan bahan baku gandum.

Indonesia berhasil menekan impor jagung hingga 50% karena produksi jagung dalam negeri mulai meningkat. Akan tetapi hal tersebut tidak terbukti di lapangan, mengingat produsen pakan ternak masih perlu mengimpor gandum karena kesulitan mendapatkan jagung lokal.

Luas lahan jagung Indonesia hanya 3,1 juta hektare (ha) dan hanya mampu menghasilkan 9,6 juta ton per tahun.

One thought on “Harga Jagung yang Melambung Persulit Pengusaha Pakan Ternak

  • 17 Juli 2016 at 05:00
    Permalink

    This is an artcile that makes you think “never thought of that!”

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *