Intervensi Pasar Bulog Untuk Menurunkan Harga Bawang Merah Menipis

Peluang untuk menekan harga bawang merah melalui intervensi pasar yang dilakukan oleh Perum Bulog semakin menipis. Pasalnya, usai memutuskan menunda impor, saat ini kebutuhan bawang merah hanya dengan mengandalkan stok yang tersisa di gudang sambil berharap dapat menyerap bawang merah dari petani yang akan panen beberapa pekan mendatang.

Bulog mengklaim saat ini masih memiliki stok bawang merah sebanyak 100 ton, setelah beberapa pekan terakhir menurunkan 1.200 ton bawang merah ke berbagai wilayah. Namun, tindakan tersebut belum berpengaruh secara signifikan ke harga.

Harga bawang merah nasional rata-rata bertengger pada angka Rp 38.000 per kg. Turun sekitar 9,52% dari harga tertinggi mencapai Rp 42.000 per kg.  Sedangkan harga di tingkat petani kembali normal pada level Rp 15.000 – Rp 16.000 per kg. Harga tersebut menurun karena sudah memasuki awal masa panen bawang merah yang akan meningkatkan pasokan.

Produksi bawang merah di musim panen pertengahan tahun 2016 mencapai 100.000 ton per bulan. Jumlah tersebut lebih tinggi dari kebutuhan bawang merah yang mencapai 90.000 ton per bulan.

One thought on “Intervensi Pasar Bulog Untuk Menurunkan Harga Bawang Merah Menipis

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *