Industri Pengolahan Ikan Minta KKP Tidak Batasi Impor Ikan

Industri pengolahan ikan meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak membatasi rasio impor ikan. Alasannya tidak lain karena utilitas industri minim karena jumlah bahan baku yang kurang.

Kapasitas terpasang industri pengalengan ikan berada pada 235.000 ton per tahun untuk tuna dan 365.000 ton per tahun untuk sarden. Akan tetapi kapasitas terpakai sekarang ini kurang dari 20%.

Bahan baku yang diperoleh industri pengalengan ikan dari nelayan sebanyan 40% – 60% untuk tuna dan 70% – 100% untuk sarden, armada 10% dan sisanya impor. Industri sebelumnya juga mendapat bahan baku dari kapal pengangkut ikan sebanyak 10% – 20%. Akan tetapi tidak lagi setelah KKP melarang transshipment.

Bukan hanya industri pengalengan ikan, industri pemindangan ikan juga mengeluh kekurangan bahan baku dengan kebutuhan mencapai 710.722 ton per tahun.

Industri turut mendesak KKP mengkaji kembali kebijakannya yang membatasi rasio nilai impor ikan kurang dari 20% nilai ekspornya. Rasio impor dengan ekspor ikan Thailand mencapai 45%, sedangkan Vietnam 15% – 45%. Sehingga dasar hukum kebijakan KKP yang mensyaratkan rasio hanya 20% masih sangat dipertanyakan.

One thought on “Industri Pengolahan Ikan Minta KKP Tidak Batasi Impor Ikan

  • 17 Juli 2016 at 04:29
    Permalink

    I can’t bevilee I’ve been going for years without knowing that.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *