Rupiah Melemah 0,38% Selama Pekan Ini

Setelah bergerak positif pada awal pekan, rupiah terpaksa menutup pekan ini dengan pelemahan. Tekanan eksternal, terutama karena goncangnya pasar akibat Brexit menjadi pemicunya.

Jumat (24/6), pasar spot menunjukkan posisi rupiah tergerus 1,07% ke level Rp 13.391 per dollar AS dari hari sebelumnya. Bahkan rupiah menukik 0,38% selama sepekan terakhir. Sementara kurs tengah BI valuasi rupiah merosot 0,21% di level Rp 13.296 per dollar AS dengan pelemahan sepekan 0,46%.

Meski sepekan ini rupiah naik turun, namun pengaruh terbesarnya berasal dari isu referendum Inggris. Penguatan terjadi pada awal pekan usai isu tersebut sempat mereda dan ekspektasi pelaku pasar akan bertahannya Inggris di UE.

Terlebih kondisi pasar Asia yang  lebih kondusif secara global juga menguntungkan rupiah. Tetapi memasuki akhir pekan, polling referendum Brexit berkata lain. Voting yang tinggi menunjukkan keinginan warga Inggris angkat kaki kian menyudutkan rupiah.

Hal ini terjadi akibat guncangan pasar global yang panik. USD juga terbang jauh, efeknya rupiah yang tidak punya daya tahan domestik ikut terseret. Ditambah lagi, data ekonomi AS yang positif jelas memberi tekanan bagi rupiah.

Tekanan juga datang dari manufaktur Eropa yang runtuh. Selama ini, saat euro positif lebih mampu menahan kekuatan USD. Tetapi hal ini tidak sedang terjadi dan semakin menambah beban rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *