Perusahaan IPOP Membubarkan Diri

Enam perusahaan yang tergabung dalam Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) resmi membubarkan diri. Pembubaran diri tersebut langsung dilaporkan ke Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan) Gamal Nasir, Rabu (29/6) pagi.

Empat perusahaan anggota IPOP juga turut hadir dalam deklarasi pembubaran tersebut. Adapun alasan pembubaran diri adalah karena merasa tidak sejalan dengan pemerintah. Padahal, anggota IPOP beroperasi dan mengembangkan usahanya di wilayah Indonesia. Maka dari itu, IPOP harus mengikuti aturan main pemerintah.

Pemerintah sendiri menyambut baik keputusan anggota IPOP tersebut. Sehingga pemerintah akan memenuhi permintaan IPOP yang meminta adanya surat resmi dari pemerintah yang menyatakan bahwa Managemen IPO telah bubar.

Surat tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk digunakan jika diperlukan, khususnya  dalam menghadapi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dimana KKPU saat ini tengah menyelidiki adanya dugaan kartel yang dilakukan anggota IPOP.

Selain digunakan untuk keperluan menghadapi KPPU. Surat tersebut juga dibutuhkan sebagai pemberitahuan ke kementerian lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta sejumlah instansi terkait.

Untuk mengantisipasi kampanye negatif terhadap sawit, pemerintah akan mengembangkan dan menyempurnakan program Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) yang saat ini berlaku di Indonesia.

Kemtan juga tidak menutup kemungkinan akan mengadopsi beberapa prinsip yang dijalankan IPOP selama ini, sejauh tidak mengganggu perkebunan kelapa sawit milik petani di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *