KKP Akan Bangun Pelelangan Ikan Terbesar Di Natuna

Setelah berhasil mengatasi praktek pencurian ikan yang sempat marak terjadi, pemerintah semakin serius mengembangkan potensi ekonomi di Natuna, Kepulauan Riau.

Untuk mengoptimalkan Natuna, pemerintah sudah merumuskan empat langkah penting yakni:

Pertama, mendorong perkembangan industri perikanan melalui pemindahan sekitar 400 nelayan dengan bobot kapal di atas 30 gross ton (GT) dari pantai utara Pulau Jawa. Pemerintah menargetkan kapal berangkat ke Natuna akhir Oktober 2016. Melalui strategi tersebut, kapasitas tangkap di Natuna dinilai dapat bertambah menjadi 40% dalam waktu kurang satu tahun yang saat ini baru mencapai 9,3%.

Pemerintah siap membangun fasilitas berupa cold storage, pelabuhan dan tempat pelelangan ikan (TPI) demi mendukung industri perikanan di Natuna.

Kedua, pemerintah akan mengembangkan turisme.

Ketiga, pemerintah akan mengevaluasi konsesi minyak dan gas.

Keempat, pemerintah akan memperkuat pertanahan di wilayah Natuna.

Sementara itu, KKP saat ini sudah memulai pembangunan TPI di Natuna dengan target selesai pada akhir tahun. Dengan luas 1.000 meter persegi, TPI memiliki kapasitas 200 ton untuk tahap awal dan 3.000 ton untuk tahap kedua.

Natuna juga sudah menjadi perhatian setelah TNI AL menangkap kapal berbendera Cina pada 17 Juni 2016 di sana. Lantas, pada 23 Juni 2016, Presiden Jokowi berangkat ke Natuna untuk memberikan instruksi kepada menteri terkait untuk mempercepat pembangunan Natuna.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *