Krisis Akibatkan Industri Kakao Hadapi Masa Suram

Industri pengolahan kakao tengah mengalami masa suram. Semarak dan euforia bisnis olahan kakao dalam tiga tahun terakhir mulai terhenti. Bahkan, masa depannya dinilai sangat pahit.

Kesulitan dalam mencari bahan baku biji kakao akibat produksi dalam negeri yang menurun menjadikan kapasitas produksi industri olahan kakao merosot. Sejumlah perusahaan bahkan memutuskan tidak lagi berproduksi.

Dengan perkiraan produksi biji kakao lokal sebanyak 350.000 ton tahun ini, kebutuhan industri mencapai 850.000 ton. Sehingga industri olahan kakao harus mencari sebagian besar pasokan bahan baku kakao impor.

Produksi biji kakao di Indonesia saat ini hanya 250 kg per hektare dari total luas kebun kakao yang mencapai 1,4 juta hektare menyebabkan terjadinya krisis pasokan kakao. Padahal, biji kakao sempat mencapai 500 kg per hektare.

Krisis pasokan kakao di dalam negeri diprediksi masih akan berlanjut karena fakta di lapangan menunjukkan petani dan pengepul lebih memilih menjual hasil panen ke pasar ekspor dibandingkan industri pengolahan lokal. Hal tersebut karena harga ekspor lebih tinggi dan industri lokal ingin membeli dengan harga lebih rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *