Petani Enggan Sadap Karet Sejak Harga Anjlok

Para petani karet yang menetap di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung mengaku enggan untuk menyadap maupun mengurus kebun karet mereka karena harga dari komoditas tersebut terus menurun.

Karet basah saat ini turun menjadi Rp 2.000 kg dari sebelumnya Rp 4.000 sehingga petani semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan biaya sekolah anak.

Selain itu, hasil karet juga mengalami penurunan akibat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu. Terkadang cuaca panas, namun tiba-tiba terjadi hujan lebat yang menyebabkan hasil sadapan karet yang ada di mangkuk penampungan tumpah ke tanah.

Dengan kondisi yang semacam ini, petani akan menjadi semakin sulit dan terpaksa memilih untuk menghentikan aktivitas menyadap  untuk mencari pekerjaan lain seperti menjadi buruh maupun yang lainnya.

Pemerintah diharapkan segera peduli dengan harga karet yang rendah, dengan begitu bisa memberikan kesejahteraan kepada kehidupan keluarga petani kecil dengan penghasilan yang hanya bergantung pada getah karet.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *