KKP Kembangkan SKPT Di Natuna

Melihat potensi besar di Natuna, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berfokus mengembangkan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna, Kepulauan Riau. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghitung, potensi perikanan di Natuna sebanyak 400.000 ton per tahun dengan asumsi US$ 1 per ton.

Komoditas perikanan tangkap di Natuna antara lain kakap, tongkol, dan kakap merah. Sedangkan komoditas unggulan perikanan budidaya mencakup kerapu, napoleon, dan rumput laut.

Guna mengembangkan SKPT Natuna, KKP mengalokasikan pemindahan 400 kapal berukuran di atas 30 GT dari pantai utara Pulau Jawa. Alokasi tersebut bertambah dari yang sebelumnya hanya 300 kapal. Adapun sekitar 10 nelayan menjadi awak masing-masing kapal.

Menteri Susi menjelaskan, hingga saat ini di Natuna sudah ada 915 izin kapal yang terbit dari pemerintah pusat untuk kapal berukuran di atas 30 GT dan 2.000 izin kapal dari pemerintah daerah untuk kapal di bawah 30 GT.

Sedangkan di hilir, KKP juga mengundang calon investor bagi industri pengolahan ikan. Di Natuna rencananya akan berdiri Pelabuhan Perikanan Selat Lampe, 5 unit ice flake machine dan, 1 unit integrated cold storage berukuran 200 ton serta 1 unit untuk ukuran 3.000 ton.

Dalam rangka pengembangan tersebut, KKP mengalokasikan anggaran mencapai Rp 300 miliar selama dua tahun. Anggaran tersebut diantaranya digunakan untuk pengadaan 100 unit kapal berukuran 5 GT, 100 unit kapal ukuran 10 GT, 200 unit alat tangkap, mobilisasi untuk 400 kapal, serta dana asuransi untuk 4.000 nelayan.

Untuk pengadaan kapal angkut ikan, investasi pembangunan sistem rantai dingin, unit pengolahan ikan dan pengolahan sistem rantai dingin, serta penyediaan listrik telah dipercayakan KKP kepada Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *