Prospek Ekspor Kerapu Masih Rendah

Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membatasi kapal pengangkut ikan berbendera asing bagi ikan budidaya berdampak terhadap ekspor ikan kerapu. Pasalnya, sejak aturan tersebut berlaku pada Februari 2016, ekspor ikan kerapu dalam tren menurun. Sejumlah eksportir kerapu juga mengaku kesulitan mengekspor akibat adanya aturan pemerintah yang semakin ketat.

Ekspor kerapu sudah mulai menurun sejak keluarnya Surat Edaran Dirjen Perikanan Budidaya KKP pada 1 Februari 2016. Surat edaran tersebut menyatakan bahwa KKP tidak lagi menerbitkan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) untuk permohonan baru maupun perpanjangan kapal pengangkut ikan budidaya berbendera asing.

Aturan yang semakin ketat setelah KKP mengeluarkan Permen-KP Nomor 15/2016 tentang Kapal Angkut Ikan Hidup yang berlaku sejak 8 April 2016. Melalui beleid tersebut, KKP mengatur kapal pengangkut ikan berbendera asing tidak boleh masuk ke lokasi pembudidayaan dan hanya boleh bersandar di satu pelabuhan muat singgah. Tujuannya agar tidak terjadi pencurian ikan. Sedangkan untuk mengangkut ikan dari lokasi pembudidayaan ke pelabuhan muat singgah, KKP akan menyiapkan kapal feeder.

Sayangnya, Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang ditunjuk KKP dalam pengadaan kapal feeder, baru mampu menyediakan dua kapal feeder. Sehingga masih dibutuhkan sekitar 10 kapal lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *