Taiwan Incar Kopi Aroma Moka Banaran

Kopi Banaran yang tumbuh di areal perkebunan kopi di Gemawang dan Bawen, Kabupaten Semarang, memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan jenis kopi lainnya di dunia. Keistimewaan tersebut menjadikan para buyer Taiwan bahkan berminat untuk mengimpor biji kopi Banaran.

Mengutip kontan, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan PT Perkebunan 9, Herry Triyatno menanggapi kunjungan  para buyer Taiwan yang mengikuti “Tour de Coffee 2016” yang diselenggarakan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Taiwan, pada Rabu (3/8).

Selama ini potensi ekspor kopi Banaran baru terserap sekitar 60% dari keseluruhan produksi dengan nilai ekspor terbanyak ke negara Italia. Sehingga diharapkan dengan kunjungan para buyer ke Indonesia dapat menguntungkan kedua belah pihak.

PTPN 9 selaku produsen kopi akan memperoleh pasar lebih luas, sedangkan para buyer mendapatkan akses kualitas dan harga yang bagus dari komoditas kopi Banaran. Dimana selama ini pembeli dari Taiwan membeli kopi Indonesia melalui pedagang di Singapura dan Hong Kong dengan harga yang lebih mahal.

Dalam kesempatan “Tour de Coffee”  di Kabupaten Semarang tersebut, para buyer asal Taiwan berkesempatan untuk melihat langsung cara pengelolaan kebun kopi di Banaran, mulai dari pemetikan hingga pemrosesan biji kopi menjadi bubuk.

Bukan hanya komoditas kopi, dari kunjungan para buyer Taiwan ternyata juga membuka peluang ekspor untuk komoditas lainnya dari PTPN 9, seperti residu pengolahan gula dan kayu karet.

Terkait kualitas kopi Banaran sendiri telah diakui sendiri oleh pemerhati kopi asal Taiwan, Miss Jenni Liu yang telah lama menikmati kopi Indonesia selama tinggal di Singapura. Ia mengaku pihaknya sudah mengamati kualitas kopi Indonesia sekarang ini sudah mengalami peningkatan. Ia juga berharap kopi Indonesia dapat dipertahankan agar dapat diterima oleh pasar Internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *