Cadangan Diprediksi Naik, Harga CPO Kembali Terkikis

Cadangan CPO atau minyak sawit mentah Malaysia Juli 2016 yang diperkirakan naik menjadi hambatan tersendiri bagi harga CPO di perdagangan hari ini.

Mengutip Bloomberg, pada hari Jumat (5/8) pukul 13.55 WIB harga CPO untuk kontrak pengiriman Oktober 2016 di Malaysia Derivative Exchange turun 0,78% ke level RM 2.425 per metrik ton dibandingkan hari sebelumnya.

Prediksi kenaikan cadangan CPO ini merupakan yang kedua kalinya dalam dua bulan terakhir. Hal ini diprediksi terjadi akibat produksi CPO yang pulih pasca El-Nino yang sudah mereda. Menurut prediksi Bloomberg Survey, stok CPO Malaysia per Juli 2016 memiliki kemungkinan naik 2,2% menjadi 1,82 juta ton dibandingkan stok Juni 2016.

Selain itu, produksi juga diperkirakan naik 3,9% menjadi 1,59 juta ton yang merupakan kenaikan selama lima bulan beruntun. Saat ini pasar sedang menyoroti rilis data resmi Malaysia Palm Oil Board pada 10 Agustus 2016 mendatang.

Kendati demikian, prediksi terjadinya La Nina cukup memberikan harapan positif terhadap harga CPO. Mengingat Australian Bureau of Meteorology menyampaikan bahwa peluang terjadinya La Nina di tahun 2016 mencapai 50%. Jika prediksi tersebut benar, maka hujan deras dan banjir akan terjadi sekaligus berdampak terhadap produksi CPO dalam waktu dekat.

Tren CPO diprediksi masih bertahan bullish hingga akhir tahun dengan dukungan katalis fundamental tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *