Presiden Jokowi Berharap Dana yang Tersimpan Di LN Masuk Ke Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, bahwa saat ini semua negara sedang ditakdirkan menghadapi kondisi ekonomi yang terguncang.

Ada negara dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun hingga 4%, ada yang hingga minus, ada yang turun mencapai -3, -0,97. Bahkan banyak negara yang dekat dengan Indonesia mengalami penurunan hingga 1-1,5%.

Namun, mengutip situs berita setkab, Presiden menyampaikan bahwa sebenarnya masih ada banyak uang yang semestinya masuk ke Indonesia. Presiden mengingatkan bahwa saat ini dirinya telah memegang informasi sehubungan dengan dana yang disimpan di lur negeri (LN), baik di Singapura, Hong Kong, Swiss, dan masih banyak lagi.

Dengan adanya payung hukum Tax Amnesty, maka Presiden Jokowi berharap dana tersebut dapat segera masuk ke Indonesia dan digunakan sebagai dana pembangunan Indonesia.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa pemerintah berkeinginan agar tax amnesty benar-benar bermanfaat bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan Negara. Disebutkan bahwa dana yang masuk dari amnesti pajak sangat dibutuhkan negara dalam membangun infrastruktur yang membutuhkan anggaran mencapai Rp 4.900 triliun.

Pembangunan Infrastruktur tersebut dikejar karena Indonesia tidak ingin kalah berkompetisi dengan negara lain. Biaya logistik Indonesia tercatat 2,5 kali lipat Malaysia dan Singapura karena infrastruktur yang belum siap.

Bukan hanya infrastruktur, manfaat amnesti pajak juga dinilai mampu mendorong nilai tukar rupiah. Presiden Jokowi memberikan kabar baik dengan belum masuknya dana tax amnesty, pada triwulan pertama 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,94%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua 2016 mencapai 5,18%.

Presiden mengakui tax amnesty pernah dilakukan pada 1964 dan 1984 namun gagal. Kegagalan tahun 1964 tersebut karena adanya pemberontakan, sedangkan 1984 karena masalah minyak serta booming sumber daya kayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *