KKP Butuh Anggaran Penggantian Alat Tangkap Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus fokus memikirkan pos anggaran untuk membantu nelayan mengganti alat tangkap yang sudah rusak guna mengatasi aktivitas penangkapan ikan yang berpotensi mengganggu ekosistem laut.

Selain itu pemerintah baik KKP tingkat pusat maupun pemda juga dinilai perlu melakukan sosialisasi lebih intens tentang dampak alat tangkap ikan yang cenderung merusak. Bersama-sama masyarakat pemerintah juga dapat melakukan pengawasan dengan melalui masyarakat pengawas terkait upaya sosialisasi tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelumnya berencana mengunjungi kantung-kantung nelayan dengan tujuan menghentikan “destructive fishing” atau aksi penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut di berbagai daerah.

Menteri Susi menyampaikan bahwa pihaknya masih menemukan praktik penangkapan menggunakan bom ikan yang sangat meluas penggunaannya. Pihaknya juga menyatakan telah menerima video kiriman terkait penggunaan bom dalam penangkapan ikan.

Pada 17 Agustus mendatang Menteri Susi akan kembali mengingatkan bahwa pihaknya akan menenggelamkan 71 kapal. Penenggelaman tersebut bertujuan agar kapal-kapal yang ditenggelamkan menjadi rumpon atau rumah ikan.

Selain itu, Menteri Susi ingin ada pendirian monumen “illegal fishing” sebagai pengingat pentingnya pemberantasan tindak kejahatan mengglobal tersebut.

Rencananya monumen illegal fishing akan dibangun di Pangandaran, Jawa Barat, dekat dengan pembangunan museum yang ada di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *