Panen Kopi Jateng Diprediksi Turun 50%

Berdasarkan laporan Kontan pada Kamis (11/8), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa  Tengah memprediksi bahwa volume panen kopi untuk tahun 2016 ini turun hampir 50%.

Penurunan tersebut disebabkan oleh badai El Nino yang terjadi tahun lalu. Musim pembungaan kopi yang umumnya terjadi pada September mundur akibat hujan yang baru mulai turun pada pertengahan November.

Kopi yang ditanam pada area dataran rendah sulit bertahan saat  intensitas hujan berkurang. Berbeda halnya dengan kopi arabika yang ditanam di dataran tinggi, umumnya lebih mampu bertahan sebab masih dibantu embun sehingga kebutuhan air masih terjaga.

Kendati demikian, penurunan volume panen bukan hanya terjadi di Jawa Tengah namun juga di seluruh Indonesia.

Jika tahun lalu panen kopi nasional mencapai 11,5 juta karung, maka untuk tahun ini diprediksi hanya mencapai sekitar 9-9,5 juta karung dengan perhitungan 60 kg kopi per karung.

Akibat kondisi tersebut, ekspor kopi mengalami gangguan. Untuk mendapatkan bahan baku yang terbatas, para eksportir berebut dengan industri lokal yang juga dituntut memenuhi kebutuhan bahan baku.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *