Minyak WTI Masih Hadapi Koreksi Harga

Usai melambung tinggi dan menanjak melewati level US$ 46 per barel, harga minyak WTI terpaksa harus kembali terkoreksi. Antisipasi pertemuan FOMC dan rilis data stok minyak mingguan Amerika Serikat menjadi faktor negatif yang mengganjal laju pergerakan harga minyak WTI.

Mengutip Bloomberg, Rabu (17/8) pukul 13.10 WIB harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange merosot 0,45% pada level US$ 46,37 per barel dibanding hari sebelumnya.

Stok minyak AS pekan lalu juga diduga akan bertambah. Berdasarkan rilis data Energy Information Administration (EIA) nantinya akan turut menentukan arah pergerakan minyak WTI.

Pasar sekarang ini menduga stok minyak AS akan bertambah 300.000 barel atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang bertambah hingga 1,1 juta barel.

Menurut data Baker Hughes terjadi kenaikan 15 unit menjadi 396 unit rig yang artinya menyentuh level tertinggi sejak Februari 2016 lalu. Sejak 24 Juni 2016 kenaikan jumlah rig aktif telah mencapai 66 unit.

Di tengah-tengah berbagai katalis negatif yang membayangi harga, tren bullish harga minyak WTI diprediksi masih akan berlanjut hingga akhir pekan nanti. Pasalnya, ajakan Arab Saudi kepada anggota OPEC serta negara produsen minyak lainnya dalam rangka menggelar diskusi supply freeze menumbuhkan harapan di pasar terkait mengeringnya pasokan global. Rusia juga telah melayangkan sambutan positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *