Presiden Minta Reforma Agraria Dilakukan Dengan Penyertifikatan Tanah Besar-besaran

Presiden Joko Widodo memberikan target pada Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan penyertifikatan tanah dalam jumlah besar. Agar realisasi dapat segera dipercepat, Presiden menyarankan dilakukan kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Presiden meyakini, reforma agraria dapat menjadi inovasi baru mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.

Berdasarkan laporan Setkab, reforma agraria juga diharapkan mampu menjadi cara baru untuk menyelesaikan berbagai sengketa agraria antar masyarakat dengan perusahaan dan/atau pemerintah.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta Kementerian/Lembaga terkait untuk melakukan langkah mempercepat implementasi reforma agraria. Termasuk penataan sektor pertahanan melalui legalisasi sertifikat aset. Dimana selama ini, kalangan kelas atas dinilai dengan mudah mendapatkan pengurusan sertifikat sedangkan untuk masyarakat miskin cenderung diabaikan dan waktunya lebih lama.

Presiden bahkan meminta implementasi program penyediaan akses tanah segera dilakukan melalui redistribusi tanah. Khususnya untuk Hak Guna Usaha ) HGU yang tidak diperpanjang, tanah-tanah telantar serta pelepasan, hingga pemanfaatan kawasan hutan agar dapat memberikan manfaat bagi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *