Pemerintah Hemat Dana Alokasi Khusus, Termasuk Tunjangan Profesi Guru

Bukan hanya menunda penyaluran sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) 169 daerah senilai Rp 19,4 triliun, dalam upaya pemeliharaan kredibilitas fiskal pemerintah juga menghemat Dana Alokasi Khusus (DAK) anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2016 senilai Rp 29,8 triliun.

Berdasarkan laporan Setkab, dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR-RI, di Senayan, Jakarta, Kamis (25/8), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa penghematan DAK terdiri atas DAK Fisik Rp 6,0 triliun, DAK non fisik terutama Tunjangan Profesi Guru Rp 23,4 triliun.

Terkait pengematan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai Rp 23,4 triliun, Menkeu Sri Mulyani menyampaikan, hal tersebut dilakukan karena penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak mendapatkan TPG dari 1.300.758 orang menjadi 1.221.947 orang, disebabkan pensiun.

Selain itu, Menkeu mengungkapkan sisa TPG tahun 2015 di rekening kas umum daerah senilai Rp 19,6 triliun perlu diperhitungkan dalam penyaluran TPG tahun 2016.

Adapun penyaluran Dana Desa dilakukan dalam dua tahap yakni 60% untuk tahap I dilakukan setelah daerah menyampaikan Perda APBD, Perda Pembagian Dana Desa per desa, dan Laporan Realisasi Penyaluran Dana Desa dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKD) serta konsolidasi penggunaan Dana Desa tahun 2015.

Sementara sisanya sebanyak 40% disalurkan dalam tahap II usai daerah menyampaikan Laporan Penyaluran Dana Desa tahap I dari RKUD ke RKD dan ssekurang-kurangnya 50% dari Dana Desa tahap I sudah disalurkan dari RKU ke RKD.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *