2017, Pemerintah Fokus Pada Pertanian – Perdagangan

Pada tahun 2017, pemerintah akan fokus pada 3 sektor yang mampu menyumbangkan kontribusi terbesar kepada Produk Domestik Bruto (PDB) dan tingkat pengangguran. Hal tersebut bertujuan untuk mencapai angka target pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran pada RAPBN 2017. Adapun sektor yang dimaksud adalah industri pengolahan, perdagangan dan pertanian.

Sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbesar, sektor industri pengolahan tercatat mampu menyumbang 21,7% terhadap PDB, berkontribusi 19,38% terhadap penyerapan tenaga kerja, dan pada 2017 dapat menciptakan 614.000 kesempatan kerja.

Dalam rangka meningkatkan sektor industri pengolahan pada 2017, pemerintah akan berfokus hanya pada 5 daerah industri dalam mendukung hilirisasi yakni Semangke untuk hilirisasi Sawit, Bitung hilirisasi produk ikan, serta Bantaeng dan Morowli untuk hilirisasi pengelolaan nikel. Satu daerah lain adalah palu.

Pemerintah juga akan melakukan pelatihan terhadap 40.000 tenaga kerja dan pembangunan 300 sentral industri kecil dalam mendukung peningkatan sektor industri pengolahan.

Sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua yakni pertanian. Kontrobusi sektor ini terhadap PDB mencapai 13,1% dan 32% terhadap penyerapan tenaga kerja. Selain itu, pada 2017 menyumbangkan 21.000 kesempatan kerja.

Pemerintah sudah menganggarkan pembangunan jaringan irigasi 9,8 juta ha untuk peningkatan sektor pertanian. Selain itu, akan dilakukan pembangunan 29 waduk, pembangunan 208,190 ha tambak, dan pembangunan waduk lanjutan dari 29 waduk yang dibangun. Termasuk pembuatan 144.000 ha sawah.

Sektor ketiga adalah perdagangan. Dimana sektor ini berkontribusi sebesar 12,8% terhadap PDB dan kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai 22,4%. Potensi kesempatan kerja sektor perdagangan pada 2017 mencapai 385.000.

Untuk peningkatan sektor perdaganga, pemerintah sudah menganggarkan pembangunan 1000 pasar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2017 mendatang. Ditambah dengan mengandalikan inflasi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *