Impor Ikan Menurun Sejak Izin Diperketat

Pemerintah dapat dikatakan berhasil menekan nilai impor dalam sektor perikanan di paruh pertama 2016. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume impor ikan RI turun sekitar 14,83% dari tahun 2015 menjadi 131,847 ton.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan, penurunan impor ikan RI terjadi karena industri lebih banyak menggunakan bahan baku dalam negeri. Total realisasi izin impor yang terealisasi sendiri hanya 28,11 persen dari izin yang diberikan. Dinilai, bahan baku lokal lebih murah dengan mutu yang baik dan kebutuhan bahan baku sebagian sudah terpenuhi dari pasokan dalam negeri.

Namun, turunnya volume impor ikan juga dinilai terjadi akibat Pemerintah mempersulit izin impor bahan baku ikan pada awal tahun 2016. Pemerintah baru mulai melonggarkan izin impor pada bulan Mei.

Izin impor tersebut dibutuhkan untuk cadangan bahan baku industri pengalengan ikan dalam negeri. Pasalnya, tiap perusahaan baru bisa menggunakan izin tersebut ketika bahan baku dalam negeri kurang.

Perusahaan rata-rata hanya mengimpor sekitar 20% bahan baku ikan jika jumlah yang ada dalam negeri memenuhi. Namun, saat bahan baku kosong mereka diizinkan mengimpor sekitar 90% dari total kebutuhan bahan baku.

Sebagian besar perusahaan mendatangkan bahan baku ikan dari China, Jepang, India, dan Pakistan. Untuk jenis ikan yang diimpor hanya Lemuru dan Tuna.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *